UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MELALUI PENERAPAN MODELPEMBELJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA DI KELAS XI IPS 2 Oleh Fransisca Srihartijati Wuriakanti,S.Pd

    UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA DI KELAS XI IPS 2

    Fransisca Srihartijati Wuriakanti,S.Pd

    NIP. 196509091989032004

     

    ABSTRAK

     

    Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif yang berangkat dari adanya rasa gotong royong dan kebersamaan yang inin diciptakan untuk membuat situasi belajar menjadi menyenangkan dalam  meningkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran Geografi dengan materi keanekaragaman Kebudayaan Indonesia’

    Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini  Alur penelitian terdiri dari (1) Perencanaan, (2) Tindakan, Pengamatan, (4) Refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Lintas Minat  SMA Negeri 12 Bandung yang berjumlah 38 siswa. Data penelitian diperoleh menggunakan lembar observasi aktifitas siswa, wawancara dengan guru  dan dengan tes hasil belajar. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah teknik deskriptif kualitatif.

    Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar pada materi Keanekaragaman Budaya Indonesia siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 12 Bandung pada setiap siklus. Pada Siklus I persentase ketuntasan belajar siswa sebesar  masih dibawah yaitu hanya 25% dengan nilai tertinggi dengan nilai rata-rata kelas 70.05. Persentase keaktifan siswa terendah 22.5% dan tertinggi 62,5%. Pada siklus II persentase ketuntasan belajar siswa mencapai 100% dengan nilai rata-rata kelas 87,5,. Persentase keaktifan siswa terendah 72,25% dan tertinggi 95 %.

            

    Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif, STAD, Geografi, Hasil belajar

     

     


    PENDAHULUAN

     

                   Geografi merupakan salah satu mata pelajaran yang mempunyai fungsi dan peran yang sangat strategis dalam usaha pembentukan warga negara yang baik dan bertanggungjawab sesuai dengan tujuan pembangunan nasional. Sebagai salah satu program pendidikan yang membina dan menyiapkan peserta didik sebagai warga negara yang baik dan bertanggungjawab serta mampu mencntai Budaya Bangsa, pembelajaran geografi diharapkan mampu mengantisipasi berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat sehingga peserta didik  mempunyai  bekal  pengetahuan dan keterampilan dalam  melakoni  kehidupan di masyarakat serta mampu mencintai Budaya Nasional Indonesia. Oleh sebab itu mata pelajaran geografi di satuan pendidikan khususnya di SMA Negeri 12 Bandung seharusnya membuahkan hasil belajar yang berupa perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang sejalan dengan tujuan kelembagaan sekolah lanjutan atas.

    Pada jenjang sekolah lanjutan atas saat ini, Geografi menunjukkan indikasi bahwa pola pembelajarannya masih bersifat guru-sentris dan dianggap sebagai pelajaran yang terlalu banyak hafalannya, terlalu luas ,kadang membosankan. Kecenderungan pembelajaran demikian, mengakibatkan lemahnya pengembangan potensi diri peserta didik dalam pembelajaran sehingga hasil belajar yang dicapai tidak optimal. Kesan yang tinggi bahwa verbalisme dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas masih terlalu kuat. Pertanyaan-pertanyaan yang digunakan oleh guru dalam interaksi kelas berupa pertanyaan-pertanyaan dalam kategori kognisi rendah (Low order thingking skill).

    Berdasarkan pemikiran di atas, maka penulis bermaksud untuk melakukan suatu penelitian dalam bentuk penelitian tindakan kelas dengan judul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada materi Keragaman Budaya Indonesia  di  Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 12 Bandung”.

     

    METODE PENELITIAN

     

    Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Kelas (classroombased action research) dengan peningkatan pada unsur motivasi dan prestasi belajar prestasi belajar serta kreativitas siswa, untuk memungkinkan ditemukan dan diperolehnya efektivitas tindakan yang dilakukan. Konsep yang dipilih sebagai acuan peningkatan motivasi dan partisifasi belajar dalam mata pelajaran geografi adalah keberanian siswa untuk bertanya atau menjawab, sedangkan acuan peningkatan prestasi belajar dalam mata pelajaran geografi adalah hasil akhir nilai kognitif siswa yang harus mencapai ketuntasan.

    Data penelitian dikumpulkan melalui observasi dan catatan lapangan. Observasi dilakukan untuk  mengetahui , motivasi, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran geografi sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dirancang. Adapun  catatan lapangan dilakukan untuk menggali aspek-aspek lainnya yang diperlukan dalam penelitian tindakan kelas ini.

     

    PENGAMBILAN DATA

    Secara garis besar terdapat empat tahapan yang lazim dilalui ketika melakukan penelitian tindakan. Tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Menyusun rancangan tindakan (planning)
    2. Pelaksanaan tindakan (acting)
    3. Pengamatan (observing)
    4. Refleksi (reflecting)
    5. Jenis Tindakan

     

    Teknik Pengumpulan Data

     

    1. Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung proses pembelajaran berdasarkan pedoman observasi yang telah tersusun.
    2. Wawancara dilakukan kepada guru dan siswa untuk mengetahui secara lebih dalam tentang begaimana pelaksanaan pembelajaran Proses Dasar Perlakuan Logam dengan teknik STAD di kelas XI IPS 2 SMA N 12 Bandung
    3. Kajian dokumen dilakukan terhadap berbagai dokumen atau arsip yang ada, seperti Satuan Rencana Pembelajaran (SRP), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan nilai yang diberikan guru serta analisis kurikulum.
    4. Tes yang dilakukan dalam penelitian ini adalah tes tertulis. Tes tertulis bertujuan untuk mengetahui dan mengukur tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi atau sub pokok bahasan yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

     

    HASIL DAN PEMBAHASAN

     

    Awal proses penelitian dilakukan diskusi dengan sesama guru mata pelajaran Geografi  dan observasi. Diskusi dan observasi dilakukan dengan tujuan untuk menyamakan persepsi mengenai pembelajaran Geografi di Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 12 Bandung. Berdasarkan hasil diskusi dengan sesama guru Geografi di SMAN 12 Bandung harus ada perubahan metode mengajar untuk meningkatkan prestasi peserta didik dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Selama ini guru selalu menjadi pusat pembelajaran ketika pembelajaran berlangsung. Keterbatasan media yang digunakan oleh guru juga menjadi penyebab proses belajar mengajar kurang maksimal dan kurang variasi. Siswa pada saat mengikuti proses belajar mengajar pada umumnya masih bersikap pasif, pada saat penyampaian materi siswa hanya mendengarkan dan mencatat setelah diperintah oleh guru. Suasana kelas ramai tetapi guru terus saja menjelaskan pelajaran dan tidak menegur siswa yang ramai. Pada saat pembelajaran Geografi berlangsung aktifitas guru belum optimal karena guru hanya menjelaskan materi Geografi  secara singkat kemudian guru menyuruh siswa untuk mencatat di papan tulis mengenai materi yang disampaikan dan apabila belum selesai materinya, guru akan memberikan tugas tersebut sebagai pekerjaan rumah. Siswa biasanya tidak mengerjakan tugas mencatat tersebut dengan alasan lelah dan bisa meminjam catatan temannya. Siswa kurang termotivasi untuk memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi Geografi. Siswa juga jarang bertanya setelah penyampaian materi selesai dan sudah diberi kesempatan oleh guru. Sebagian siswa ada yang asyik bermain dengan teman sebangku dan ada yang bermain handphone. Berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi dengan sesame guru geografi   diupayakan untuk membuat rancangan tindakan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Rancangan tindakan akan dilakukan sampai prestasi belajar siswa mengalami peningkatan. Pengujian hasil tindakan pada suatu siklus dilakukan dengan memberikan tes berbentuk ulangan harian untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai materi yang telah diberikan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada setiap akhir siklus. Deskripsi Hasil Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

    Pelaksanaan tindakan dapat dideskripsikan sebagai berikut:

    Pengamatan Sebelum Dilakukan Tindakan (Pra Tindakan)

    Peneliti melakukan pengamatan awal terhadap kegiatan pembelajaran yang berlangsung pada tanggal 1 Maret 2016. Hal ini dilakukan untuk mengetahui nilai awal siswa kelas XI IPS 2 sebelum dilakukan tindakan. Guru dan peneliti melakukan diskusi terlebih dahulu tentang tindakan penelitian yang dilakukan sebelum proses pembelajaran berlangsung, terutama tentang perencanaan kegiatan pembelajaran dan materi pelajaran pada hari tersebut. Materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru yaitu mengenai Keanekaragaman Budaya Indonesia. Selama proses pembelajaran berlangsung, komunikasi hanya terjadi satu arah, yaitu guru lebih mendominasi pembelajaran dan guru yang lebih aktif memberikan materi serta sedikitnya interaksi tanya jawab guru kepada siswa. Guru juga belum menggunakan model pembelajaran yang lain. Peserta didik  terlihat kurang antusias ketika proses pembelajaran sedang berlangsung, sehingga pembelajaran berlangsung kurang optimal. Hal ini terlihat dari siswa yang duduk di belakang hanya terdiam dan tanpa aktivitas. Terkadang siswa yang duduk dibangku belakang juga ramai sendiri dengan teman sebangku dan antar meja. Aktifitas proses pembelajaran hanya terjadi pada siswa yang berada di bangku depan dan bertanya pada saat pembelajaran berlangsung. Hasil observasi pra tindakan menunjukkan ada beberapa hal yang menjadi masalah dan harus diubah agar pembelajaran menjadi optimal, diantaranya yaitu:

    1. Sebagian besar siswa kurang aktif selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Siswa hanya mau menjawab ketika dirinya ditunjuk, itu pun terkadang siswa hanya
    2. Beberapa siswa ada yang melakukan aktifitas sendiri terutama siswa yang berada di deretan bangku
    3. Siswa kurang antusias mengikuti penjelasan dari

                   Guru belum mencoba untuk menggunakan model lain untuk meningkatkan perhatian siswa terhadap materi yang sedang berlangsung. Hasil tersebut terbukti dari tes yang dilakukan pada akhir pembelajaran. Tes dilakukan dalam waktu 45 menit. Soal tes terdiri dari 10 butir soal berbentuk essay. Hasil belajar dapat dilihat pada tabel 1 berikut:

     

    Tabel 1.

    Hasil Pembelajaran Siswa Sebelum Dilakukan

    Tindakan

    Berdasarkan data hasil pembelajaran pra siklus ini, diketahui nilai rata- rata kelas atau Mean sebesar 62.97, sedangkan nilai tengah atau Median adalah 60, dan nilai yang paling banyak muncul atau Mode adalah 55. Jumlah siswa yang mencapai KKM baru sebanyak 10 siswa dan 22 siswa belum mencapai nilai KKM sekolah sehingga persentase ketuntasan siswa hanya sebesar 31,25%.

    Tes hasil belajar geografi pada siklus I setelah proses pembelajaran diperoleh data sebagai berikut:

     

     

     

     

     

     

     

    Tabel 2

    Statistik Skor Hasil Balajar geografi Siklus I

     

     

    Tabel 3

    Statistik Frekuensi dan Persentase nilai Hasil Belajar geografi

    untuk Siklus I

       Berdasarkan Tabel 3 diperoleh bahwa nilai rata-rata hasil belajar geografi peserta didik Kelas Kelas XI IPS 2 SMA 12 Bandung  setelah pemberian tindakan pada siklus I adalah 67,08 dari skor ideal yang mungkin dicapai yaitu 100. Nilai tertinggi yakni 80 dan terendah 49. Jika skor hasil belajar Geografi peserta didik tersebut dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase seperti disajikan pada Tabel 4 berikut.

    Tabel  4

    Distribusi Frekuensi Aktifitas dan Sikap Peserta didik

    pada Siklus I

     

    Pada siklus II ini dilaksanakan tes hasil belajar geografi dengan bentuk tes essay. Tes hasil belajar tersebut dilaksanakan setelah penyajian beberapa pokok bahasan. Adapun data skor hasil belajar siklus II dapat dilihat pada tabel berikut:

     

     

     

    Tabel 5

    Statistik Skor Hasil Balajar Geografi 

    Siklus II

     

     

    Tabel 6

    Statistik Frekuensi dan Persentase Hasil Belajar Geografi

     untuk Siklus II

     

    Gambar 2

     

    Berdasarkan Tabel 6 diperoleh bahwa dari 40 orang peserta didik Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 12 Bandung yang mengikuti tes, terdapat 3 % yang hasil belajarnya masuk dalam kategori sangat rendah. 21 %  masuk dalam kategori rendah dan 26 % kategori sedang. Kemudian 28 % masuk dalam kategori tinggi dan 23 % masuk dalam kategori sangat tinggi. Terjadi perubahan , hasil ulangannnya meninggat cukup baik.

    Data aktifitas peserta didik pada siklus II diperoleh melalui hasil pengamatan aktifitas dan sikap peserta didik selama proses pembelajaran disetiap pertemuan. Adapun deskripsi aktifitas peserta didik pada siklus II dapat dilihat pada Tabel 7 berikut:

    Tabel 7

    Distribusi Frekuensi Aktifitas dan Sikap Peserta didik pada Siklus II

     

     

     

     

     

    Gambar 3

    Pembahasan

    Peningkatan hasil belajar geografi peserta didik Kelas XI IPS 2  SMA Negeri 12 Bandung setelah melaksanakan pembelajaran dengan model STAD pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada Tabel 8 berikut:

    Tabel 8

    Statistik Frekuensi dan Persentase Hasil Belajar geografi Peserta didik pada Siklus I dan Siklus II

    Gambar 4

     

    Dalam analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat penguasaan materi peserta didik Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 12 Bandung  pada siklus I tidak ada peserta didik (0 %) yang berada pada tingkat penguasaan sangat tinggi, maka pada siklus II mengalami peningkatan yakni 9 orang peserta didik (23 %) berada pada kategori ini. Selanjutnya pada siklus I tidak terdapat  5 peserta didik atau (13 %) yang berada pada kategori tingkat penguasaan sangat rendah dan siklus II  terdapat 1 peserta didik berada pada katagori sangat rendah atau (3 %) berada pada kategori ini.

    Gambar 5

     

     

                   Dalam analisis deskriptif menunjukkan bahwa terjadi perubahan aktifitas dan sikap peserta didik  Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 12 Bandung  pada siklus I tingkat kehadiran tidak berbeda jauh dengan tingkat kehadiran di siklus II  karena pada umumnya peserta didik di kelasXI IPS 1 ini cukup rajin hanya 1 orang saja yang agak malas , peserta didik yang memperhatikan materi pembelajaran pada siklus I cukup banyak yaitu 25 orang atau sebesar 65.8 % mengalami sedikit peningkatan pada siklus II yaitu sebanyak 28 orang atau sekitar 74,4 %, peserta didik yang bertanya tentang materi yang belum dimengerti sebanyak 9 orang pada siklus I atau sekitar 23.7 % dan sedikit meningkat pada siklus II yaitu sebanyak 12 orang atau sebesar 30.8 % rasa kurang percaya diri,  dan tidak berani bertanya yang menyebabkab aktifitas bertanya pada peserta didik tidak begitu besar  motivasi dan penghargaan perlu terus menerus di berikan agar ada keberanian untuk bertanya, pserta didik yang menjawab pertanyaan cuku banyak pada siklus I yaitu 24 orang atau sebesar 61.8 % da nada pengngkatan pada siklus II yaitu sebanyak 27 orang atau sebesar 71.8 % , peserta didik yang menanggapi jawaban temannya pada siklus I sebanyak 24 orang atau sebesar 61.8 % dan meningkat jumlahnya pada siklus II yaitu sebanyak 27 orang atau sebesar 61.1 % dan peserta didik yang mampu menyimpulkan materi pada siklus I  sebanyak 13 orang atau sebesar 34.2 % dan meningkat pada siklus II yaitu sebanyak 36 orang atau sebesar 94.9 % dengan demikian terdapat perubahan perilaku peserta didik dari siklus I ke siklus II setelah pembelajarannya menggunakan  Model Pelajaran Kooperatif Tipe STAD.

     

    KESIMPULAN

    Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang berjudul “Upaya Peningkatan Hasil Belajar Geografi Melalui Penerapan Model  Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada materi Keragaman Budaya Indonesia di Kelas XI IPS 2 SMAN 12 Bandung” pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa:

     

    1. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata Pelajaran Geografi kelas XI IPS 2 SMAN 12 Bandung tahun ajaran 2015/2016. Pada siklus I persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 62,5%, dengan jumlah siswa yang berhasil mencapai KKM sekolah sebanyak 20 siswa dan nilai rata-rata kelas sebesar 73,5. Pada siklus II meningkat menjadi 93,75%, dengan jumlah siswa yang berhasil mencapai KKM sekolah sebanyak 30 siswa dan nilai rata-rata kelas mencapai 82,81.
    2. Keaktifan belajar siswa kelas XI IPS 2 meningkat. Pada siklus I, kelompok 2 dan kelompok 5 memperoleh persentase tertinggi sebesar 62,5%. Persentase rata-rata keaktifan kelompok paling kecil didapat oleh kelompok 4 dan kelompok 7 sebesar 43,75%. Keaktifan siklus II, kelompok 2 mendapat persentase keaktifan rata-rata tertinggi sebesar 93,75% dan kelompok dengan persentase keaktifan terkecil siklus II yaitu kelompok 4 dan kelompok 7
    3. Sikap dan perilaku berubah setelah mengalami tahapan siklus, kehadiran bagus, berani bertanya pada guru, berani mengemukakan pendapat, berni bertanya, dan mau mendengarkan apa yang sedang disampaikan pleh guru maupun teman

     

    SARAN

    Dalam upaya peningkatan hasil belajar geografi peserta didik, maka melalui penelitian tindakan kelas ini disarankan agar:

     

    1. Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami materi geografi, maka diharapkan guru dapat menerapkan model kooperatif tipe STAD sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran
    2. Meminimalisir persepsi peserta didik bahwa geografi adalah pelajaran yang sulit dipahami dan membosankan, maka model pembelajaran kooperatif tipe STAD sangat bagus untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran geografi. Suasana jadi menyenangkan , saling bersaing untuk mendapatkan nilai yang sangat baik untuk prestasinya dan tidak membosankan.
    3. Butuh banyak variasi model pembelajaran agar pelajaran geografi mampu diterima dengan mudah, sehingga diharapkan siswa semakin mencintai Bangsa Indonesia karena keanekaragaman Budaya dan Suku Bangsanya.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    DAFTAR PUSTAKA

    Hudoyo, Herman. 1990. Strategi Belajar Mengajar. IKIP Malang.

    Kunandar.2008. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru.Jakarta : Raja Grafindo Persada.

    Nasution, S. 1992. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar.Bandung : Jemars.

    Negoro, ST. 1998. Ensiklopedia Pengetahuan Umum. Jakarta : Ghalia Indonesia.

    Purwanto, M. Ngalim. 2001. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi. Bandung : Remaja Rosdakarya.

    Sagala, S. 2003. Konsep dan Makna Pembelajaran.Bandung : Alfabeta.

    Slameto. 1987. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Bina Marga.

    Suherman, Erman. Dkk. 2003.Strategi Pembelajaran Kontemporer. Jakarta : UPI. Syah, M. 2003. Psikologi Belajar. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

     

     


     

     

     

     

    © 2017 Sekolah Menengah Atas Negeri 12 Bandung